Double Cleansing: Quality Over Quantity

1. Introduksi

Iki sadis main banyune, mungkin udah jago sabunan. Sumber: Digikarma.

Kalau kamu melihat beauty community di berbagai belahan dunia, akan ada banyak sekali beauty enthusiast yang akan menyarankan double cleansing sebagai dasar dari skincare routine yang baik. Banyak beauty blogger di Indonesia juga yang merupakan pendukung double cleansing garis keras. Aku? Hmm… Mungkin bisa dibilang kalau aku ada di wilayah abu abu yang bukan pendukung double cleansing fanatik, tapi bukan berarti aku nggak akan menyarankan metode membersihkan wajah yang sebenarnya berawal dari Jepang ini. Walaupun begitu, ada beberapa hal yang ingin aku ulas soal fenomena pengerdilan double cleansing saat ini. Dari apa yang aku lihat, sepertinya kita terlalu sibuk dengan ‘membersihkan wajah 2 kali’ daripada kembali ke alasan kenapa double cleansing ‘diciptakan’: to gently cleanse.

2. Apa itu gentle cleansing?

Cleansing merupakan salah satu proses dalam skincare routine yang sangat penting namun juga sangat merusak kulit. Skin barrier atau stratum corneum merupakan bagian kulit terluar dan bersama-sama dengan sebum dan flora normal kulit (mikroorganisme yang secara alami tinggal di kulit manusia), mereka akan melindungi kulit kita dari banyak sekali faktor eksternal, mulai dari bahan kimiawi yang berbahaya sampai mikroorganisme penyebab penyakit. Permasalahannya adalah, cleansing dapat mengganggu fungsi skin barrier karena kandungan surfaktannya dapat mengganggu integritas stratum corneum, flora normal, bahkan sebum di kulit.

Our mighty skin barrier alias stratum corneum. Sel-sel kulit mati direkatkan oleh corneodesmosome dan lapisan lipid bilayer. Sumber: Google.

Kalau kalian lihat gambar di atas, kalian bisa lihat bahwa skin barrier merupakan organ yang kompleks. Untuk memudahkan kalian berimajinasi, bayangkan bahwa skin barrier itu seperti batu bata dan semen: bata sebagai sel kulit mati dan semen sebagai lipid bilayer.

Brick and mortar alias bata dan semen. Batu bata sebagai sel kulit mati dan semen sebagai lipid bilayer. Sumber: Teamorphan.com

Lipid bilayer (disebut bilayer karena molekul lemak ini membentuk lapisan ganda) adalah lapisan yang mengisi antara sel-sel kulit mati stratum corneum. Surfaktan, yang notabene mampu ‘melarutkan lemak’, dapat mengganggu lapisan lipid bilayer kulit.

Apakah cukup sampai di situ? Oh tentu tidak, Fernando.

Sumber: Google.

Sebum yang dihasilkan kulit, walaupun kulitmu tipe berminyak sekalipun, memiliki fungsi yang penting. Selain membantu menjaga kelembapan kulit (itulah kenapa kulit yang kurang menghasilkan sebum akan terasa kering), sifat asam dari sebum juga membantu menjaga kulit agar tidak mudah diserang oleh mikroorganisme penyebab penyakit. Hal ini terjadi akibat banyak patogen yang tidak mampu hidup dalam kondisi asam, dan walaupun mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan asam, saat mencapai lapisan kulit lebih dalam yang sifatnya alkali, mereka akan kesulitan beradaptasi lagi. Akibatnya, mereka kesulitan hidup lalu is det (makasih, sebum. Love you so much!). But you know what, lagi-lagi surfaktan yang ‘keras’ dalam cleanser bisa menghilangkan terlalu banyak sebum yang bermanfaat ini dari kulit tercinta kita.

Selain itu, surfaktan ‘keras’ seperti SLS bahkan mampu mengubah struktur protein pada sel-sel kulit mati yang membuat integritasnya semakin buruk. Hal ini bisa berujung pada dehidrasi dan iritasi. Pokoknya nih ya, banyak sekali komponen-komponen penting pada skin barrier yang ikut diganggu oleh cleanser tiap kali kita membersihkan wajah. Oleh karena itu, membersihkan kulit dengan cara yang selembut mungkin adalah kunci dari skincare routine yang tidak merusak skin barrier. Kamu bisa baca artikel yang aku tulis tentang gentle cleansing lebih lanjut di artikel ini.

3. Apa yang orang ‘awam’ pahami tentang double cleansing?

Paket double cleansing Klairs. Coupon Code: TIPUKING69. Sumber: Skininsider.co.uk.

Saat ini, orang orang terlalu sibuk membuat double cleansing hanya semata-mata soal oil cleanser + face wash atau in general, membersihkan wajah ‘dua kali’ tok. Banyak yang hanya mengejar kuantitas (cleansing 2 kali) daripada kualitas (membersihkan dengan efektif namun lembut). Banyak yang tidak sadar bahwa oil cleanser mereka sekalipun ternyata bisa terlalu drying. Tidak hanya sampai di situ, banyak juga yang melanjutkan dengan face wash yang nggak kalah keras. Rasa kesat dan kencang diartikan sebagai “Wah, wajahku bersih sekali sampai ke pori-pori”. NO. Kamu baru saja melakukan pengkhianatan yang sangat besar bagi kulitmu karena kamu lebih memilih ‘rasa kesat’ dibandingkan apa yang terbaik untuk kulitmu.

4. Apa tujuan double cleansing yang sesungguhnya?

Double cleansing sebenarnya nggak semata-mata membersihkan wajah 2 kali. Double cleansing jauh lebih besar dari sekadar pakai combo oil cleanser + face wash. Double cleanser sebenarnya merupakan upaya untuk medapatkan hasil cleansing yang paling lembut tanpa harus mengorbankan kebersihan wajah.

Dulu, cleanser itu sangatlah kasar namun kemampuan membersihkannya sangat baik. Setelah paham bahwa cleanser yang ‘keras’ itu kurang baik, dicarilah solusi bagaimana bisa membersihkan wajah sebersih mungkin tanpa harus mengganggu lapisan stratum corneum. Solusinya? Membersihkan wajah dilakukan dengan cara ‘dicicil’ sehingga kotoran dapat dibersihkan sedikit demi sedikit sampai bersih tanpa noda namun tidak sampai merusak skin barrier.

Selembut omongan si dia yang memberi harapan kosong. Sumber: Google.

As a matter of fact, untuk melakukan double cleansing tidak harus lho dengan combo oil cleanser lalu dilanjutkan dengan face wash. Apa yang kamu gunakan bukanlah masalah yang serius selama ia mencapai tujuan utamanya: gentle cleansing. Micellar water + face wash? Face wipes + face wash? Balm/oil + face wash? Balm/oil + cleansing milk? Apapun kombo yang kamu pilih, it’s not a problem selama kamu cocok-cocok aja dan kulitmu mampu dibersihkan dengan baik (lalu saya dibakar oleh beauty community). But really, emangnya kenapa sih muncul ‘aturan’ oil + water based cleanser?

Hal ini muncul karena oil cleanser mengandung minyak yang bersifat non polar akan melarutkan minyak di wajah (yang menangkap kotoran, make up, dll) dan make up yang sifatnya juga non polar. Sayangnya, minyak + kotoran yang sifatnya polar ini tidak bisa dilarutkan begitu saja oleh air. Oleh karena itu, dalam oil cleanser yang ‘bener’, ditambahkan juga surfaktan yang menyebabkan minyak yang sudah bercampur dengan kotoran dan make up itu bisa dibilas air sehingga oil cleanser bisa di-emulsify. Di saat yang sama, oil cleanser juga masih meninggalkan sedikit residu minyaknya yang memberikan efek moisturizing sehingga kulit terasa nggak kering kering amat. Walaupun begitu, setelah pakai oil cleanser sekalipun, kemungkinan bahwa kotoran, minyak, bahkan oil cleanser + kotoran itu sendiri yang masih tersisa itu ada. Oleh karena itu, masih harus dilakukan cleansing satu kali lagi menggunakan water based cleanser (face wash) agar kotoran dan minyak yang tersisa itu bisa dibersihkan secara ‘sempurna’. Aksi yang sinergistik inilah yang membuat proses cleansing menjadi efektif namun tetap lembut bagi kulit.

Pada akhirnya, selama ada cleanser bentuk lain yang bisa melakukan hal yang sama seperti ‘oil cleanser’, bukanlah sebuah masalah yang besar apakah dia berbentuk micellar water, cleansing milk, micellar water/oil, cleansing balm, jilatan orang yang mau naik jabatan, cleansing cream, cleansing wipes, dll.

5. Apakah double cleansing adalah sesuatu yang harus dilakukan?

Aku mengatakan ini dengan penuh kesadaran: nggak harus (lalu aku dibakar oleh beauty community beramai-ramai). Semua ini harus dilihat dari kebutuhan kulitmu: apakah kamu sering naik motor? Apakah kamu tinggal di daerah yang berdebu dan penuh polusi? Apakah kamu beraktivitas di luar ruangan? Apakah kulitmu berminyak? Apakah kamu mengenakan make up? Apakah cleanser-mu sangat sangat lembut? Semakin kotor wajahmu dan semakin lembut cleansermu, double cleansing akan semakin dibutuhkan.

Bagaimana dengan sunscreen? Bukankah kalau nggak double cleanse menggunakan oil cleanser sunscreen akan tetap tinggal di kulit? Hahahaha, tidak benar itu, Nurbaya. Surfaktan di dalam face wash saja bisa menghilangkan sunscreen (anti air tidak berarti anti surfaktan, sis) lho, dan kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di mari.

6. Apa yang bisa kita lakukan?

Walaupun bukan merupakan suatu keharusan, jika dilakukan dengan benar, double cleansing akan tetap baik jika dipraktikkan.

Kalau kamu rajin mengenakan make up, sangat-sangat disarankan kalau kamu melakukan multiple steps cleansing. Opo lagi iki? Ini maksudnya kamu bersihkan make up mata dan bibir menggunakan eye and lip make up remover terlebih dulu, setelah itu baru deh lanjut ke proses cleansing menggunakan micellar water/oil/milk/balm cleanser dan ditutup dengan menggunakan face wash. Aku juga sudah tulis artikel tentang cleansing yang bisa kamu baca di sini, ya.

Semuanya kembali lagi ke prinsip terutama cleansing: HARUS LEMBUT. Berapa banyak langkah cleansing bukanlah indikator kalau caramu membersihkan wajah sudah tepat. Kalau setelah membersihkan wajah kulitmu malah terasa kesat, kering, atau bahkan iritasi, percayalah kalau kamu sudah membersihkan wajah dengan cara dan produk yang tidak tepat. Semuanya harus dilakukan selembut mungkin namun tetap bersih tanpa noda.

Please be gentle. Credit: Twitter @legendofchelda.

Tapi, gimana caranya kita tahu kalau proses membersihkan kita sudah baik, baik itu saat double atau single cleansing sekalipun? Cara paling mudah yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengusapkan kapas yang dibahasi dengan toner pada wajah. Kalau masih ada kotoran yang menempel di kapas, kamu harus mempertimbangkan untuk melakukan double cleansing. In fact, walaupun kamu sudah double cleansing, kalau kapas + toner tadi masih terlihat kotor, percayalah kalau kamu butuh cleansing regime yang lebih baik.

7. Kesimpulan dan penutup.

Tulisan ini aku tutup dengan surat wasiat karena mungkin aku sudah memicu amarah dari beauty community tempat aku dilahirkan, dibesarkan, ditempa, sampai akhirnya jadi seperti sekarang. Bukan ini sih kesimpulannya, apaan sih penulis gaje ini.

Begini, cleansing itu merupakan beauty routine yang harus dilakukan namun sayangnya juga mengganggu fungsi kulit. Oleh karena itu, kita harus melakukannya selembut mungkin menggunakan gentle cleanser, dan metode double cleansing (atau lebih) diharapkan mampu mencapai tujuan membersihkan kulit selembut mungin tanpa harus menggunakan pembersih tunggal yang mampu membersihkan piring plastik bekas rendang.

Menenggak janji manis beauty influencer. Sumber: Google.

Selamat (double) gentle cleansing!

One thought on “Double Cleansing: Quality Over Quantity

  1. Halo, kak! It’s really a good article! 💙

    Saya selama ini juga (((kemakan))) omongan beauty influencer yang bilang kalo abis pake sunscreen ya teteup harus double cleansing.

    Padahal daku ngendon aja gitu dirumah. Kena sinar paling kalo lagi (((mangkal))) di ruang tamu *karena disini yg pencahayaan nya paling bagus wkwkw* sambil baca novel. Jelas kadang skip double cleansing alias cuman cleansing pas mau mandi aja, cus pake facial wash 😂

    risdata.wordpress.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s